Kisah Seorang Ahli Ibadah dan Seorang Perempuan

Kisah Seorang Ahli Ibadahd an Seorang Perempuan

Diriwayatkan dari Abu Dzar rohimahulloh, Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Salah seorang ahli ibadah pada masa Bani Israil giat beribadah kepada Alloh di rumah ibadahnya selama 60 tahun. Suatu ketika, hujan turun membasahi bumi sehingga menjadi hijau subur.

Kemudian, ahli ibadah itu keluar dari rumah ibadahnya sambil berbisik, “Sekiranya aku turun dari sinagog ini kemudian memperbanyak dzikir tentulah kebaikanku bertambah“.

Lalu ia turun dari sinagognya dengan membawa satu atau dua potong roti. Ketika ia berjalan-jalan, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang perempuan. Lalu dia mulai bercakap-cakap dengan perempuan tersebut, si perempuan juga nampak asyik ngobrol dengannya sehingga tanpa diduga ahli ibadah tadi terlena dan berzina dengannya. Lelaki ahli ibadah itu pingsan, kemudian ia menceburkan diri ke sebuah danau untuk mandi.

Rupanya datang seorang peminta-minta, maka dia memberi isyarat kepadanya untuk mengambil 2 atau 1 potong roti tersebut. Kemudian lelaki ahli ibadah itu mati.

Selanjutnya, pahala amal ibadah yang dikerjakan selama 60 tahun itu ditimbang dengan dosa perbuatan zinanya, ternyata dosa zinanya lebih berat. Kemudian 1 atau 2 potong roti tadi ditimbang dengan diletakkan pada amal kebaikan lelaki ahli ibadah tersebut, hasilnya adalah lebih berat kebaikannya, maka dosa lelaki tersebut diampuni Alloh”.

Pelajaran yang dapat dipetik:

1. Umat sebelum Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam diperbolehkan memisahkan diri dari masyarakat untuk beribadah, menghindari pergaulan dan tidak mendekati wanita (istri).

2. Dengan sebab banyak memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Alloh dan penciptaanNya, iman, pengetahuan dan mahabbah seseorang dapat bertambah.

3. Terkadang setan mendekati seorang hamba dengan memberi nasihat, amar ma’ruf, dan berbuat kebaikan.

4. Bahaya perempuan penggoda lelaki, sesungguhnya ia adalah jerat-jerat setan.

5. Ini adalah penjelasan besarnya dosa zina.

Sumber :
Buku 61 Kisah Pengantar Tidur,
Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab,
Darul Haq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s